KASIH IBU SEPANJANG MASA, KASIH ANAK SEPANJANG GALAH


Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Ungkapan tu mungkin tepat disematkan jika melihat kasus penelantaran yang menimpa seorang ibu karena sikap dan perbuatan anak-anaknya. secara sosiologis perilaku tersebut tidak lepas dari pengaruh globalisasi disertai modernisasi terhadap struktur, nilai, dan norma sosial dalam entitas keluarga. keluarga dalam tatanan sosial masyarakat tidak sekedar sebagai intitusi yang mereproduksi sosialisasi kultural, namun juga merupakan ontological security yang memiliki identitas sebagai agen yang membentuk nilIai-nilai tradisional yang integratif seperti persaudaraan dan kekerabatan.

Antar individu menjadi sibuk dengan kepentingannya masing-masing yang dinilai lebih rasional secara ekonomi dan material, dan mengabaikan nilai-nilai kedekatan sosial dengan kerabat, saudara, dan orang tua. Tak heran, dalam era modernitas sebagai sebuah tragedi ontologycal scurity dalam bentuk lembaga lain seperti panti jompo yang siap menerima para lansia atau pinisepuh yang ter-subordinasi oleh kultur yang baru melalui perilaku anak-anaknya atau orang terdekatnya sebagai relasi antar individu.

Meminjam perspektif dari Anthony Giddens, hal itu karena adanya proses strukturasi yang keliru dan tidak berimbang. Dimana individu tidak membekali dan mengimbangi dengan nilai-nilai sosial yang telah mapan yang menjadi sumber kekuatan moral ketika berhadapan dengan gencarnya pengaruh globalisasi yang disertai modernisasi dalam wujud rasionalisasi, persaingan, individualisme, pragmatisme, materialisme, dan konsumerisme.

Maka penting untuk memperteguh nilai dan norma kekeluargaan yang mengedepankan kemanusiaan dan afeksi sebagai investasi kultural dalam mengahadapi tatanan sosial global yang semakin melaju dengan modernisasi yang tidak menentu arahnya.

0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com