Video Mal CBD Ciledug diserbu pengunjung viral. (Screenshot vidio)
Sumber gambar : https://m.detik.com/news/berita/d-5021077/pengunjung-mal-cbd-ciledug-membeludak-polisi-tegur-pengelola
Telah kita lewati bulan penuh berkah dan ampunan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Telah kita lewati pula bulan bulan suci ini dengan sebagaimana dalam menahan ego dan hawa nafsu ditengah pandemi ini. Tetapi terdapat banyak pusat-pusat perbelanjaan yang buka ditengah pandemi ini menjelang Idul Fitri, salah satunya yakni Mal. Tempat tersebut ramai untuk dikunjungi masyarakat untuk berbelanja berbagai barang-barang ataupun benda-benda keperluan lebaran. Bahkan, tidak sedikit masyarakat berbelanja diluar dari kebutuhan pokok. Seperti yang terjadi di Mal CBD Ciledug yang vidio-nya viral dimedia sosial.
Fenomena sosial tersebut bisa terjadi karena pelampiasan dari hasrat konsumtif masyarakat itu sendiri yang sudah terbentuk secara membudaya di Indonesia. Hal ini dimaksudkan masyarakat ingin mencari sebuah identitas baru pada momen-momen lebaran, seperti memiliki baju baru maupun aksesoris lain yang menunjang penampilan.
Lebaran dalam konstruksi sosial masyarakat Indonesia bukan sekedar simbol perayaan atau perayaan keagamaan melainkan untuk menujukan identitas baru dan Mal menjadi sebuah intitusi dari si agen kapitalis yang telah berkontribusi dalam membentuk budaya konsumtif masyarakat. Seperti pemberian diskon besar-besaran maupun penawaran produk-produk aksesoris baru melalui hiperealitas yang disuguhkan. Hal tersebut telah membangkitkan imajinasi dan juga hasrat konsumtif masyarakat.